RajaKomen
PN Jaksel Sidangkan Kasus Ahok Karena Beli Tanah Milik Pemprov DKI (Milik Sendiri)

PN Jaksel Sidangkan Kasus Ahok Karena Beli Tanah Milik Pemprov DKI (Milik Sendiri)

1 Des 2020
738x

 

Belum berakhir kepada putusan, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (30/11), kembali menggelar sidang gugatan praperadilan penghentian penyidikan secara materil dan tidak sahnya dalam perkara pembelian lahan Cengkareng oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan agenda pembacaan permohonan.

Sidang tersebut dihadiri kedua belah pihak, yakni pemohon dari Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) dan para termohon, yakni Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI.

Sidang dengan nomor perkara nomor perkara 128/Pid.Pra/2020/Pn.Jaksel itu dipimpin oleh hakim tunggal, yaitu Yusdhi. Sedangkan materi permohonan dibacakan oleh Kurniawan Adi Nugroho selaku kuasa hukum MAKI dan Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI).

Materi permohonan yang dibacakan, terdapat 16 poin, salah satunya adalah, hingga permohonan praperadilan aquo diajukan ke PN Jaksel, termohon II (Bareksrim Polri) tidak menetapkan tersangka dan termohon III (Kejati DKI) tidak segera mengajukan berkas perkara untuk dilakukan penuntutan ke Pengadilan Tidak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Dengan berlarut-larutnya penetapan atas perkara pokok korupsi pembelian tanah Cengkareng, sudah seharusnya diambil alih oleh termohon IV, yakni KPK. Namun, hal yang sama juga tidak dilakukan oleh lembaga antirasuah tersebut.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman, menambahkan, sidang kembali dilanjutkan pada Selasa (1/12), dengan agenda mendengarkan jawaban dari para termohon. Gugatan praperadilan tersebut diajukan oleh MAKI ke PN Jaksel pada 13 Oktober 2020.

Sidang pembacaan permohonan sempat ditunda sebanyak dua kali, yakni pada 3 November dan 16 November 2020, karena termohon dari Bareskrim Polri tidak hadir. Boyamin menyebutkan, pihaknya mengajukan gugatan praperadilanmangkraknya kasus penyidikan perkara pembelian lahan di Cengkareng, Jakbar untuk rumah susun (rusun) oleh Pemprov DKI Jakarta yang ditangani Bareskrim Polri.

Kasus tersebut telah bergulir sejak 2015, yakni pembelian lahan seluas 46 hektare dengan dana sebesar Rp 668 miliar lebih pada masa Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Lahan yang dibeli oleh Dinas Perumahan dan Gedung Perkantoran Provinsi DKI Jakarta dengan dana bersumber dari APBD DKI tersebut diduga kuat telah terjadi tindak pidana korupsi. "Ternyata tanah yang dibelanjakan sudah milik Pemprov DKI, sudah jadi aset. Jadi, sama dengan membeli barangnya sendiri," kata Boyamin.

Dugaan korupsi ini diperkuat dengan hasil klarifikasi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan bahwa pembayaran yang dilakukan oleh Pemprov DKI kepada orang yang mengaku pemilih lahan bersertifikat adalah salah.

Selain itu, PN Jakbar memutuskan pelapor yang mengaku memiliki sertifikat atas lahan yang dibeli, tidak berhak menerima pembayaran karena tanah tersebut sudah menjadi milik negara. "Diduga sertifikat yang dimilikinya asli tapi palsu," kata Boyamin.

Berdasarkan temuan tersebut, Bareskrim Polri menelusuri perkara tersebut dan pada 2015 penyidikan telah dilakukan dan beberapa pihak telah diperiksa termasuk Gubernur Ahok dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat.

Hingga 2018 perkara tersebut dilimpahkan oleh Bareskrim ke Polda Metro Jaya. Menurut Boyamin, hingga kini, MAKI menilai tidak ada pergerakan apa-apa yang dilakukan penyidik kepolisian.

"Nah di Polda Metro jaya tidak ada pergerakan apa-apa, padahal di Bareskrim sudah ada, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Agung. Atas mangkraknya perkara inilah makanya MAKI menggugat," kata Boyamin.

Baca Juga:
SehatQ.com Layanan Kesehatan Online Dengan Fitur Terlengkap

SehatQ.com Layanan Kesehatan Online Dengan Fitur Terlengkap

Gadget      

31 Agu 2020 | 886


Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat, memberikan dampak positif terutama dalam berkomunikasi secara online. Dan salah satunya adalah dengan hadirnya aplikasi kesehatan ...

Cara Mudah Top Up Gopay Melalui Mobile Banking, SMS Banking, dan BRImo

Cara Mudah Top Up Gopay Melalui Mobile Banking, SMS Banking, dan BRImo

Tips      

12 Des 2021 | 974


Sekarang ini GoPay menjadi salah satu dompet digital paling banyak digunakan oleh  masyarakat karena dompet digital itu menawarkan banyak layanan dan fitur. Para pengguna pun ...

Cara Memilih Supplier Gula Kelapa Terbaik di Indonesia

Cara Memilih Supplier Gula Kelapa Terbaik di Indonesia

Bisnis      

29 Okt 2022 | 367


Coconut sugar atau gula kelapa saat ini menjadi bahan makanan yang seringkali digunakan sebagai pengganti dari gula putih. Hal ini dikarenakan gula kelapa kaya dengan zinc, zat besi, ...

Inilah Beberapa Tipe Tempat Tidur Pasien Manual dan Elektrik

Inilah Beberapa Tipe Tempat Tidur Pasien Manual dan Elektrik

Tips      

1 Agu 2021 | 618


Salah satu pelayanan yang harus diperhatikan dengan benar-benar oleh rumah sakit adalah ranjang tenpat tidur pasien atau disebut juga hospital bed. Ranjang pasien memiliki berbagai tipe dan ...

Langkah-Langkah Dalam Memilih Penyedia Layanan Hosting Terbaik

Langkah-Langkah Dalam Memilih Penyedia Layanan Hosting Terbaik

Tips      

25 Agu 2020 | 745


Penyedia jasa layanan hosting di Indonesia sekarang ini semakin berkembang. Karena banyaknya ini membuat pelanggan yang ingin membuat website menjadi bingung dalam memilih salah satu dari ...

Penyakit Jantung Dapat diobati Dengan Obat Herbal Tradisonal ini

Penyakit Jantung Dapat diobati Dengan Obat Herbal Tradisonal ini

Herbal      

9 Okt 2018 | 1108


Penyakit Jantung Dapat di Obati Dengan Obat Herbal Tradisional - Penyakit jantung secara teoritis disebabkan karena tidak lancarnya aliran peredaran darah ke jantung dan hal ini membuat ...

Copyright © PondokPromosi.com 2018 - All rights reserved