hijab
Ada Kejanggalan Dalam Aturan Debat Capres Kedua

Ada Kejanggalan Dalam Aturan Debat Capres Kedua

20 Feb 2019
307x

Debat capres kemarin ada kejanggalan dalam aturan debat. Dimana undian pertanyaan yang akan diajukan kepada Capres dimasukkan dan diambil dari wadah yang berbeda. Hanya satu tema atau satu kali yang diambil dari wadah yang sama. Seperti undian pertanyaan untuk Capres 01 diambil dari wadah (bola) yang berbeda dengan Capres 02. Masing-masing Capres punya wadah soal yang telah dipersiapkan oleh KPU. Logikanya dalam sebuah pengambilan undian pastinya di tempat 1 wadah yang sama. Sementara dalam debat Capres kemarin wadah untuk pencabutan undian pertanyaan berbeda-beda.

Artinya, soal pertanyaan untuk Capres 01 sudah disiapkan untuk Capres 01, begitu pula pertanyaan untuk Capres 02 sudah disiapkan untuk Capres 02 diwadah yang berbeda. Lalu, siapa yang dapat menjamin disini tidak ada kecurangan? Bahwa satu Capres telah mengetahui soal yang akan diajukan? Dan aturan ini menurut Nanik S deyang, orang dekat Capres 02 Pak Prabowo, tidak pernah dibicarakan atau disosialisasikan di rapat-rapat KPU. Tidak heran tim BPN Prabowo-Sandi keberatan walaupun pihak KPU tidak peduli.

Satu hal lagi yang menarik dalam debat Capres kemarin tentang serangan pribadi Capres 01 terhadap Capres 02 yaitu mengenai kepemilikan atau penguasaan tanah di Kalimantan Timur dan Aceh cukup menarik. Karena ternyata pihak pribumi ada yang menguasai banyak tanah padahal seperti kita ketahui sebagian besar penguasaan lahan banyak dikuasai oleh Taipan dan asing.

Kepemilikan tanah yang dimiliki Prabowo ternyata didapat Prabowo setelah menang dari pihak asing. Dimana tanah seluas 220.000 hektare di Kalimantan Timur dan  120.000 hektar di Aceh merupakan Hak Guna Usaha yang sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh negara.

Bukan rahasia lagi bahwa tanah, perkebunan, hutan dan perusahaan besar dengan sahamnya selama ini justru banyak dikuasai oleh asing. Sementara masyarakat pribumi menjadi babu di tanah, kebun dan perusahaan itu dengan bagian yang tidak sebanding dengan permasalah yang ada.

Jika sertifikat tanah dibuat untuk rakyat, lalu bagaimana dengan sekitar 80% tanah yang disebut-sebut dikuasai oleh pihak asing dan konglomerat? Jadi, kebijakan bagi-bagi sertifikat tanah keorang kampung yang dibanggakan Jokowi sebenarnya tidak berhubungan dengan permasalahn bangsa yang lebih besar, jika tanah, alam, hutan, hasil bumi dan perkebunan justru malah dikuasai oleh asing dan justru hasilnya dibawa ke luar negeri.

Perlu kita apresiasi komitmen Pak Prabowo untuk menguasai kekayaan alam negara untuk kepentingan masyarakat Indonesia sesuai dengan peraturan. Sementara isu mengenai komitmen ini jarang kita dengar dari pihak Jokowi yang memang di masa pemerintahnnya, pihak asing begitu keras selalu ambil bagian dalam kebijakan pembangunan Indonesia. Termasuk dalam hal tenaga kerja yang lebih pro mengambil tenaga kerja asing dalam proses pengerjaan.

Berita Terkait
Baca Juga:
Dengan rajabacklink.com, tak perlu harus jadi pakar SEO untuk sukses berbisnis online

Dengan rajabacklink.com, tak perlu harus jadi pakar SEO untuk sukses berbisnis online

Tips      

22 Feb 2020 | 83


Berbisnis online adalah salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan yang kini sedang disukai oleh banyak orang. Jika anda menjalankan bisnis online, maka anda sebaiknya pun memiliki ...

Keuntungan Belanja Perhiasan Dan Emas di Marketplace Emas Whizliz

Keuntungan Belanja Perhiasan Dan Emas di Marketplace Emas Whizliz

Bisnis      

28 Sep 2020 | 92


Perkembangan dan kemajuan teknologi membuat perubahan dalam segala bidang dan kegiatan manusia yang tentunya semakin memudahkan. Dan salah satunya adalah berbelanja. Sekarang ini masyarakat ...

Virus Corona Membuat Harga Udang Turun

Virus Corona Membuat Harga Udang Turun

Bisnis      

28 Maret 2020 | 177


Virus Corona berdampak terhadap harga jual udang vaname. Sebelumnya, udang vaname dijual dengan harga Rp 67 ribu - Rp 70 ribu per kilogram nya. Saat ini, harga udang Vaname turun diangka Rp ...

Jokowi Tak Diundang di Kongres V, Ada Apa?

Jokowi Tak Diundang di Kongres V, Ada Apa?

Politik      

14 Maret 2020 | 181


Kongres V akan digelar pada tanggal 15 Maret di JCC oleh Partai Demokrat. Namun, dalam Kongres V, Demokrat tidak mengundang Jokowi untuk turut serta hadir. Sekretaris Jenderal Partai ...

Tips Dan Trik Untuk Desain Interior Rumah Kecil Agar Terlihat Luas

Tips Dan Trik Untuk Desain Interior Rumah Kecil Agar Terlihat Luas

Tips      

15 Okt 2019 | 324


Tips Dan Trik Untuk Desain Interior Rumah Kecil Agar Terlihat Luas - Tinggal dirumah berukuran mungil menuntut Anda untuk lebih kreatif dalam menata ruangan. Selain memilih perabot ...

Dampak Isolasi, Arus Logistik Mulai Anjlok

Dampak Isolasi, Arus Logistik Mulai Anjlok

Bisnis      

30 Maret 2020 | 155


Penyebaran virus Corona mengakibatkan banyak kerugian yang dialami oleh pelaku bisnis khususnya dalam bidang logistik. Akibatnya, sektor logistik mengalami penurunan dalam kegiatannya ...

Copyright © PondokPromosi.com 2018 - All rights reserved