Makanan

Olahan Dendeng Jantung Pisang Andira, Ide yang Berbuah Inovasi

PONDOKPROMOSI.com : Payakumbuh-Berkendara lebih-kurang 10 menit dari pusat Kota Payakumbuh ke arah Lampasi, kita dapat berkunjung ke salah satu olahan kuliner khas Kota Biru. Santapan yang terbuat dari bahan serba pisang satu ini cocok untuk dijadikan oleh-oleh atau pun santapan bersama keluarga. Lebih lagi, kita dapat melihat beberapa inovasi yang dihadirkan secara khas dari tempat produksi dengan nama usaha Andira ini.

Adalah Afriandi dan Yulia Nora, pemilik usaha yang diadopsi dari nama anak pertama pasangan ini yakni Andira. Sulung yang kini duduk di bangku kelas VI SD tersebut menjadi inspirasi kedua orangtuanya untuk memulai usaha di bidang panganan oleh-oleh yang dirintis sejak 2012 silam. Hal itu diungkapkan Afriandi saat Tim Liputan Pondok Promosi bertamu ke rumah pembuatan olahan dendeng balado jantung pisang, Rabu (13/04).

Afriandi menyampaikan dua produk olahan utama dari Andira adalah pisang salai dan dendeng. Untuk produk pisang salai sendiri, Andira menyajikan 2 (dua) varian rasa, yakni Pisang Salai Original dan Pisang Salai Cokelat. Sementara untuk olahan dendeng, saat ini sudah ada 2 bahan dendeng balado, yakni Dendeng Balado Jantung Pisang dan Dendeng Balado Daun Singkong.

Untuk ketersediaan bahan baku, Andira masih menyuplainya dari Payakumbuh. Keutamaan selain bahan yang masih segar, penggunaan bahan baku lokal dapat membantu menghidupkan ekonomi sekitar. Dengan keterbutuhan itu, Andira membantu masyarakat lainnya sebagai penyedia bahan baku. Namun ungkapnya, tidak tertutup kemungkinan bahan baku lokal bisa menipis. Bila situasi tersebut terjadi, Afriandi melakukan pemesanan pisang ke Pulau Nias.

Selain menggunakan bahan yang masih segar, olahan pisang Andira juga menjaga kualitas pada proses pembuatannya. Untuk pisang salai, pisang yang telah diiris-iris tipis akan diupayakan kering paling lama dalam waktu 3 (tiga) hari. Dengan demikian, kualitas tampilan pisang dapat maksimal. Warna kuning yang dikandung oleh pisang tersebut akan keluar sangat baik.

“Untuk pengeringan lebih dari tiga hari, sebenarnya tidak mengubah rasa pisang. Hanya saja, pisang nantinya akan terlihat berwarna hitam. Kita menghindari itu, sehingga akan dipuyakan kering dalam tiga hari. Sehingga nantinya mendapatkan hasil pisang salai yang unggul dalam rasa dan juga bentuk,” terangnya menjelaskan.

Sementara untuk pembuatan jantung pisang sendiri, diawali dengan melakukan pembelahan bahan, sembari itu juga dibuat racikan bumbu dendeng. Usai digiling dan dibentuk adonan, olahan jantung pisang lalu dibentuk dengan cetakan. Mengenai bumbu, ia mengungkapkan bahwa adonan jantung pisang diberi bumbu khas dari Andira sendiri.

Untuk olahan dendeng jantung pisang dan daun ubi, Andira mempekerjakan 3 tenaga produksi. Begitupun dengan olahan pisang salai yang ikut mempekerjakan 3 tenaga produksi lainnya. Walau tergolong usaha keluarga, namun ia mengaku memilih warga sekitar sebagai tenaga kerjanya. Dengan demikian, lapangan kerja turut terbuka dengan kehadiran produksi olahan Andira ini.

“Kita tidak mempekerjakan keluarga, sebab kita lebih memilih mereka membuka sendiri olahan pisang yang serupa. Beberapa kerabat juga ikut membuka usaha ini di daerah lain. Sehingga di sana juga lebih produktif dan banyak tenaga kerja lain yang dapat diserap,” ungkap Afriandi menjelaskan.

Alur distribusi produk Andira sendiri telah mencakup Provinsi Sumatera Barat dan Riau. Selain ke provinsi yang beribukotakan Pekanbaru itu, Andira juga telah menembus pasar Provinsi Jambi. Andira sendiri diakui belum menyediakan outlet yang menjajakan produknya. Andira mengkhususkan untuk memproduksi, serta memenuhi orderan. Andira kerap pula ditandangi oleh para pelancong luar daerah yang ingin membawa produknya sebagai buah tangan.

“Sering juga mahasiswa datang ke tempat kita, bila mereka menyelesaikan kegiatan di sini, lalu pergi ke Andira untuk membeli oleh-oleh. Bagi yang ingin memberi buah tangan pada banyak kerabatnya, juga kerap membawa dalam jumlah besar.”

Andira juga kerap dikunjungi para pelajar yang melakukan kegiatan praktek kerja lapangan (PKL). Selain dapat memberikan pengajaran pada para peserta PKL di tempatnya, Andira juga merasa dapat terbantu untuk menjalankan usaha. Tak jarang hubungan simbiosis mutualisme antara Andira dan para peserta PKL juga terbentuk dari kegiatan tersebut.

Selalu Diawali dengan Inovasi

Menurut Afriandi, produk pertama yang dibuat pada awal Andira dirintis adalah pisang salai. Lalu ia mencoba inovasi dengan varian rasa lain seperti pisang cokelat dan dendeng balado jantung pisang. Tak luput dendeng balado daun ubi diprakarsai pada tahun 2014.

“Awalnya hanya mencoba dan menguji rasa dari ide untuk olahan dendeng jantung pisang. Setelah diminta testimoni dari banyak pihak, sambutan akan produk dendeng balado jantung pisang cukup tinggi. Itu berawal dari melihat konsumsi jantung pisang yang hanya dijadikan sayur oleh para ibu-ibu rumah tangga. Terpikir untuk menghidangkan jantung pisang dengan cara yang beda. Setelah diletakkan di pusat-pusat penjualan oleh-oleh, dendeng jantung pisang mendapat peminat yang tinggi,” ungkapnya terkenang.

Untuk pemesanan partai besar, Andira yang telah tergabung dengan Dinas Koperasi dan Perdagangan ini mengaku mendapatkannya dari para peminat di pasar lelang. Pemesanan dalam jumlah besar ini kerap diorder pusat penjualan oleh-oleh dari Bukittinggi dan Padang.

Ia mengaku begitu mendapat manfaat dari mengikuti pasar lelang, sebab dapat bertemu langsung dengan para pemilik pusat oleh-oleh di kota-kota besar. Cara ini lebih efisien dibanding menawarkan ke toko-toko. Sebab, ungkapnya, penawaran ke toko-toko belum tentu dapat bertemu dengan pemilik pusat oleh-oleh yang lebih kerap dipertemukan dengan para karyawan toko saja.

“Kalau kita tawarkan pergi ke toko-toko, lebih sering ketemu karyawannya. Kadang ada juga tester yang kita tinggal di sana, tidak sampai pada pemilik toko. Jadi kita hanya memberi tester pada karyawan, mungkin habis di sana saja,” ungkapnya sembari bercanda.

Dendeng Balado Jantung Pisang sendiri merupakan produk identik dari Andira. Begitupun olahan dendeng daun ubi, kendati beberapa usaha serupa juga membuat olahan ini, namun kekhasan terletak pada resep balado yang langsung dilebur.

“Dulu jantung pisang tidak terlalu digunakan orang. Sekarang setelah dapat kita olah, kebutuhan akan jantung pisang dan pisang itu sendiri dapat meningkat. Dengan memanfaatkan bahan baku dan tenaga lokal, dapat membuka lapangan kerja baru,” jelasnya antusias.

Dalam sehari, ia mengaku dapat memproduksi pisang salai sebanyak 40 kilogram. Sementara untuk jantung pisang bisa mencapai 15 kilogram per hari.

Kendala cuaca dalam proses pengeringan yang sebelumnya dihadapi dalam pembuatan pisang salai, ditambahkannya kini mampu diatasi dengan alat pengerin berbentuk oven besar. Oven tersebut merupakan inovasi sendiri dengan memanfaatkan tenaga panas dari gas. Afriandi juga mengaku mampu memenuhi orderan bila ada yang ingin dibuatkan oven pengering serupa.

Ia menuturkan, sebelum adanya alat tersebut, pisang yang tidak kering dalam tiga hari karena kendala cuaca terpaksa tidak dilanjutkan untuk diproduksi atau dibuang. Namun dengan bantuan oven yang menjadi inovasinya sejak 2014 itu, jumlah produksi dapat ditingkatkan secara maksimal. Selain itu pisang yang dihasilkan juga lebih garing dan tahan lama.

Untuk harga sendiri, olahan dendeng dibanrol dengan harga 15.000. Sementara untuk pisang salai dibandrol dengan harga 10.000. Pemesanan olahan jantung pisang Andira ini dapat melalui telepon di 0852-7241-6643 atau via aplikasi Whatsapp di 0813-6493-8843. Para pelanggan juga dapat langsung mengunjungi Andira di jalan Tan Malaka KM 4, Sei. Durian Lampasi, Payakumbuh.

Namun bagi yang belum pernah berkunjung ke Andira, tambahnya dapat menjumpai produk-produk olahan serba pisang ini di UPTD Promosi Produk UMKM. Terletak di gedung Pondok Promosi, Medan Nan Bapaneh Payakumbuh, tersedia produk Andira bersama ragam produk UMKM lainnya asli Kota Biru. Pengunjung UPTD Pondok Promosi juga akan dimanjakan dengan sambutan ramah di Pondok Promosi yang juga melayani pemesanan dalam jumlah besar ini.(Dodi Syahputra/Novaldi Herman)

Join The Discussion