Berita

Kenalkan Online Marketing dan Blanja.com, Pondok Promosi Siap Dampingi UMKM di Payakumbuh

PondokPromosi.com : Payakumbuh – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Promosi Produk UMKM di bawah koordinasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bersama PT. Telkom Wilayah Sumatera Barat mengadakan pelatihan online marketing selama 2 (dua) hari. Pelatihan tersebut sudah dimulai pada Rabu (29/3) pagidan ditutup hingga esok hari, Kamis (30/3) sore.

Sebelumnya, pada pembukaan pelatihan yang berlangsung di Aula Lt. 3 Gedung Pondok Promosi Komplek Medan Nan Bapaneh, Ngalau Indah tersebut dibuka oleh Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh, Ny. DR. Hj. Henny Yusnita, bersama Kadis Koperasi dan UMKM Dahler didampingi Kepala UPTD Promosi Produk UMKM Niken Agriena Rabu (29/3) pagi. Ketua Dekranasda Ny. Henny mengapresiasi pelatihan tersebut, serta mengajak pelaku (UMKM) di untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran produk mereka.

Pada sesi pemberian materi, Pelaku dan Pemerhati UKM Suhedri Busli menyampaikan persaingan penjualan online saat ini sudah sangat ramai. Dulu, kenangnya saat memulai internet marketing terhadap usaha yang dijalankannya, pemain penjual online tidak terlalu banyak. Namun saat ini sudah sangat ramai.

Walau demikian, lanjutnya, masih ada beberapa strategi yang dapat dipilih untuk menunjang usaha di bidang penjualan yang juga dikenal dengan e-commerce ini.

“Salah satu yang dapat kita gunakan sebagai pilihan adalah penggunaan website. Kerap kali kostumer kurang percaya saat kita tidak punya laman web. Kita bisa gunakan website dengan domain berbayar (.com, .co.id, red). Namun kita juga bisa gunakan yang gratis seperti blogspot dan wordpress,” terangnya.

Menurut Suhedri Busli, penggunaan media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter memang lebih dominan dalam pemasaran. Namun dengan adanya web khusus sebagai pengenalan produk pada konsumen, dapat lebih meyakinkan sebab memiliki toko online sendiri. Selain itu, lanjutnya para pengunjung web dapat membeli langsung produk UMKM yang bersangkutan di laman yang ada.

“Strategi lain juga dapat menggunakan marketplace. Ini lebih banyak dikunjungi, per hari bisa sampai jutaan user. Pemasaran dengan strategi-strategi ini dapat membantu kita mengembangkan usaha di tengah persaingan e-commerce yang semakin tinggi.”

Pada sesi selanjutnya, Koordinator Community Manager Telkom Wilayah Sumatera Barat, Burhanuddin, SE menyampaikan tugas awal pelaku UMKM adalah membuat toko. Senada dengan Suhedri Busli, pria yang akrab disapa Pak Burhan ini menceritakan pengalamannya pernah membina UMKM di Payakumbuh dalam membuat brand image Kampung Rendang.

“Payakumbuh ini dikenal sebagai sentra pengolahan rendang. Pengalaman saya, saya coba membuat toko (online, red) untuk rendang di Payakumbuh. Kita mau membuat Payakumbuh identik dengan produk rendangnya,” kisahnya.

Namun menurutnya, kendala yang kerap ditemui para pelaku usaha adalah kemampuan dalam memenuhi permintaan konsumen. Dalam penjualan online, ia menekankan soal kepercayaan yang perlu dibangun. Bila toko online yang dibuat masih dalam proses membangun dan belum mampu memenuhi permintaan konsumen, pelaku usaha harus dengan jelas menyampaikan pada pembeli secara terbuka.

“Sampaikan bila web kita sedang tahap pembangunan, sehingga belum mampu memenuhi permintaan Bapak atau Ibu. Jadi tidak ada kekecewaan bila pesanannya tidak terpenuhi sesuai target permintaan,” tuturnya.

Selanjutnya ia mengingatkan pelaku UMKM juga harus mampu bersaing dengan harga pasar. Hal tersebut, menurut Burhan bertujuan menarik minat pembeli terhadap toko UMKM. Namun ditekannya harga di bawah pasar, pelaku usaha harus tetap mampu untuk menjaga kualitas produk yang dijual.

Optimisme penjualan online tersebut ditekankan Burhan, melihat data pertumbuhan usaha yang ada. Dalam pemaparannya, Burhan menyampaikan sejak penggunaan Information and Communication Technologies (ICT) dalam menunjang UMKM, usaha mikro sudah banyak tumbuh menjadi usaha kecil dan menengah. Mobilitas tersebut menyentuh angka dari 55.586.176 usaha mikro dan 629.418 usaha kecil, menjadi 54.586.176 usaha mikro dan 1.629.418. Artinya ada sekitar 1 juta usaha mikro yang meningkat skalanya oleh keberadaan ICT.

Di akhir sesi hari pertama, seluruh peserta dikenalkan dengan Blanja.com sebagai sebuah marketplace di bawah binaan PT. Telkom. Peserta juga dibimbing untuk mendaftarkan usahanya di situs ini. Sehingga nantinya seluruh UMKM yang ada dapat terintegrasi dalam satu marketplace yang diharapkan produk-produknya semakin dikenal di mata konsumen secara luas. (Dodi Syahputra/Novaldi Herman)

One Response

Join The Discussion